RSS
email

Ada Cinta di Tahun Baru Cina


Ada cinta di Tahun Baru Cina


Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2010 ini Imlek dan Valentine berbarengan harinya. Kalau tafsiran ‘ngawur’ saya, di tahun ini seharusnya kemakmuran yang diharapkan dan dihasilkan bisa mendukung upaya dan kegiatan kita dalam menyebar cinta kasih. Hehehehe...bisa connect kan?


Meski sebenarnya sih tidak usah menunggu mendapatkan kemakmuran dulu baru menyebar cinta kasih, karena jika demikian, kita tidak akan pernah bisa menyebar cinta kasih. Kecendrungan manusia selalu ingin naik ke level yang lebih tinggi. Jika sudah punya mobil 1, ingin punya 2. Jika sudah pernah ke Bali, bercita-cita ingin ke Singapura. Memang gak salah sih semua cita-cita keinginan itu. Namun kalau menunggu semua itu tercapai niscaya kita tidak akan pernah menyebar cinta kasih.


Banyak cara sebenarnya. Di sekeliling kita banyak orang yang membutuhkan cinta kasih kita. Coba aja naik bis reguler, pasti banyak deh tuh pengemis, pengamen yang mencari uang dari belas kasih pengunjung bis. Meski menurut saya, tidak semuanya pengemis dan pengamen itu layak kita bantu. Karena ada juga yang mengemis, dan mengamen untuk hal-hal yang buruk : Mabuk-mabukan, Narkoba, dsb. Namun memang lebih banyak lagi yang melakukan itu (baca : Mengemis dan Mengamen) untuk menyambung hidup diri dan keluarganya. Di kala pemerintah dan institusi-institusi lainnya tidak berdaya untuk menjangkau mereka.


Atau ke orang terdekat kita namun sering kali kita lupakan. Ibu kita misalnya, seorang wanita yang di tangannya TUHAN mempercayakan diri kita untuk diperlihara, dilindungi, dibimbing sampai seperti saat ini. Sudah seberapa sering kita membahagiakan Ibu kita di rumah? Seminggu sekali? Sebulan sekali? Itu cukup? Dulu pas kita bayi, dia menghabiskan waktunya tiap hari bersama kita lho (menurut cerita Ibu saya).


Kalau di lingkungan kantor kita mungkin OB yang setiap hari senantiasa setia menanti suruhan kita untuk membeli makanan atau sekedar mengambil kertas faks yang masuk. Di kantor saya yang terdahulu, seorang OB merangkap supir, juga cleaning service setiap pagi, dan kalau ada barang masuk si OB ini selain ditugaskan mengangkat barang-barang kiriman plus ditambah tugas melakukan inventory gudang. Coba tebak gajinya? Rp. 500an ribu + Rp. 20 ribu/hari untuk uang makan dan uang transportnya.


Jadi sebenarnya kita tidak perlu menunggu menjadi makmur dahulu baru menyebar cinta kasih, selalu ada orang-orang di sekeliling kita yang TUHAN pertemukan untuk kita menyalurkan energi cinta kasih itu.


Yuk lakukan sekarang!


Sumber foto : xcavator.net


Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ada Cinta di Tahun Baru Cina


Ada cinta di Tahun Baru Cina


Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2010 ini Imlek dan Valentine berbarengan harinya. Kalau tafsiran ‘ngawur’ saya, di tahun ini seharusnya kemakmuran yang diharapkan dan dihasilkan bisa mendukung upaya dan kegiatan kita dalam menyebar cinta kasih. Hehehehe...bisa connect kan?


Meski sebenarnya sih tidak usah menunggu mendapatkan kemakmuran dulu baru menyebar cinta kasih, karena jika demikian, kita tidak akan pernah bisa menyebar cinta kasih. Kecendrungan manusia selalu ingin naik ke level yang lebih tinggi. Jika sudah punya mobil 1, ingin punya 2. Jika sudah pernah ke Bali, bercita-cita ingin ke Singapura. Memang gak salah sih semua cita-cita keinginan itu. Namun kalau menunggu semua itu tercapai niscaya kita tidak akan pernah menyebar cinta kasih.


Banyak cara sebenarnya. Di sekeliling kita banyak orang yang membutuhkan cinta kasih kita. Coba aja naik bis reguler, pasti banyak deh tuh pengemis, pengamen yang mencari uang dari belas kasih pengunjung bis. Meski menurut saya, tidak semuanya pengemis dan pengamen itu layak kita bantu. Karena ada juga yang mengemis, dan mengamen untuk hal-hal yang buruk : Mabuk-mabukan, Narkoba, dsb. Namun memang lebih banyak lagi yang melakukan itu (baca : Mengemis dan Mengamen) untuk menyambung hidup diri dan keluarganya. Di kala pemerintah dan institusi-institusi lainnya tidak berdaya untuk menjangkau mereka.


Atau ke orang terdekat kita namun sering kali kita lupakan. Ibu kita misalnya, seorang wanita yang di tangannya TUHAN mempercayakan diri kita untuk diperlihara, dilindungi, dibimbing sampai seperti saat ini. Sudah seberapa sering kita membahagiakan Ibu kita di rumah? Seminggu sekali? Sebulan sekali? Itu cukup? Dulu pas kita bayi, dia menghabiskan waktunya tiap hari bersama kita lho (menurut cerita Ibu saya).


Kalau di lingkungan kantor kita mungkin OB yang setiap hari senantiasa setia menanti suruhan kita untuk membeli makanan atau sekedar mengambil kertas faks yang masuk. Di kantor saya yang terdahulu, seorang OB merangkap supir, juga cleaning service setiap pagi, dan kalau ada barang masuk si OB ini selain ditugaskan mengangkat barang-barang kiriman plus ditambah tugas melakukan inventory gudang. Coba tebak gajinya? Rp. 500an ribu + Rp. 20 ribu/hari untuk uang makan dan uang transportnya.


Jadi sebenarnya kita tidak perlu menunggu menjadi makmur dahulu baru menyebar cinta kasih, selalu ada orang-orang di sekeliling kita yang TUHAN pertemukan untuk kita menyalurkan energi cinta kasih itu.


Yuk lakukan sekarang!


Sumber foto : xcavator.net



 

What they said?