RSS
email

Social (moral) campaign


Bail out Century yang dicurigai terdapat unsur korupsi, penggelapan pajak, makelar kasus adalah kata-kata yang banyak bersliweran di koran terakhir-terakhir ini. Pusing juga karena setiap hari urat-urat di otak dibetot untuk membaca dan merasakan keprihatinan akan keadaan bangsa ini.

Sebenarnya menurut saya, kunci untuk tiadanya korupsi, penggelapan pajak, ataupun makelar kasus adalah setiap manusia kembali kepada TUHAN. Mungkin akan timbul pertanyaan, "Memang saat ini manusia belum kembali pada TUHAN? Belum!" Buktinya berita tentang kejahatan ini masih banyak. Manusia memang melakukan ritual ibadah keagamaannya, namun sepertinya itu hanya sekedar formalitas belaka. Khotbah yang disampaikan pengkhotbah hanya masuk kuping kiri untuk kemudian mental keluar lagi. Ritual keagamaan yang dilakukan menjadi kewajiban (yang mungkin membebani?) saja. Maka tidak heran, kegiatan beragama jalan terus, korupsi juga ogah berhenti.

Lalu ini perbaikan ini tanggung jawab siapa? Pemuka agama? Tanggung jawab kita semua dong! Secara individu, itu adalah tanggung jawab manusia masing-masing. Menjadi tanggung jawab saya, Anda dalam mempergunakan kehendak bebas (free will) -yang dianugerahkan TUHAN kepada kita- untuk memilih melakukan kehendak TUHAN : Menolak kejahatan, melakukan kebaikan.

Namun secara skills, sebagai manusia yang diberikan berkat dari TUHAN untuk mempelajari lingkup komunikasi pemasaran, seperti ada beban kepada saya untuk mengkomunikasi pemasaran-kan nilai-nilai ini kepada sesama manusia melalui saluran massal yang efisien dan efektif. Yup! Sebuah campaign untuk membujuk, mempersuasi, mempengaruhi manusia untuk kembali kepada TUHAN. Melakukan perintah-NYA, menjauhi larangan-NYA. Itulah produk yang akan saya komunikasikan kepada sesama manusia. Semoga banyak yang tertarik dan 'membelinya'. Setidaknya saya mau hidup saya bermakna bagi TUHAN melalui pembelajaran saya selama ini.

Sebagai langkah pertama, saya komunikasikan hal ini kepada Anda. Syukur-syukur ada praktisi Marketing Communications yang juga tertarik untuk membuat
campaign-campaign sejenis.


Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Social (moral) campaign


Bail out Century yang dicurigai terdapat unsur korupsi, penggelapan pajak, makelar kasus adalah kata-kata yang banyak bersliweran di koran terakhir-terakhir ini. Pusing juga karena setiap hari urat-urat di otak dibetot untuk membaca dan merasakan keprihatinan akan keadaan bangsa ini.

Sebenarnya menurut saya, kunci untuk tiadanya korupsi, penggelapan pajak, ataupun makelar kasus adalah setiap manusia kembali kepada TUHAN. Mungkin akan timbul pertanyaan, "Memang saat ini manusia belum kembali pada TUHAN? Belum!" Buktinya berita tentang kejahatan ini masih banyak. Manusia memang melakukan ritual ibadah keagamaannya, namun sepertinya itu hanya sekedar formalitas belaka. Khotbah yang disampaikan pengkhotbah hanya masuk kuping kiri untuk kemudian mental keluar lagi. Ritual keagamaan yang dilakukan menjadi kewajiban (yang mungkin membebani?) saja. Maka tidak heran, kegiatan beragama jalan terus, korupsi juga ogah berhenti.

Lalu ini perbaikan ini tanggung jawab siapa? Pemuka agama? Tanggung jawab kita semua dong! Secara individu, itu adalah tanggung jawab manusia masing-masing. Menjadi tanggung jawab saya, Anda dalam mempergunakan kehendak bebas (free will) -yang dianugerahkan TUHAN kepada kita- untuk memilih melakukan kehendak TUHAN : Menolak kejahatan, melakukan kebaikan.

Namun secara skills, sebagai manusia yang diberikan berkat dari TUHAN untuk mempelajari lingkup komunikasi pemasaran, seperti ada beban kepada saya untuk mengkomunikasi pemasaran-kan nilai-nilai ini kepada sesama manusia melalui saluran massal yang efisien dan efektif. Yup! Sebuah campaign untuk membujuk, mempersuasi, mempengaruhi manusia untuk kembali kepada TUHAN. Melakukan perintah-NYA, menjauhi larangan-NYA. Itulah produk yang akan saya komunikasikan kepada sesama manusia. Semoga banyak yang tertarik dan 'membelinya'. Setidaknya saya mau hidup saya bermakna bagi TUHAN melalui pembelajaran saya selama ini.

Sebagai langkah pertama, saya komunikasikan hal ini kepada Anda. Syukur-syukur ada praktisi Marketing Communications yang juga tertarik untuk membuat
campaign-campaign sejenis.



 

What they said?