RSS
email

Tahu Campur khas Surabaya


Saat ini saya lagi nunggu warung Tahu Campur Surabaya buka, saat saya datang sekitar 20 menit dari waktu buka.


Warung ini sederhana, terbuat dari bilik kayu di samping jejeran gedung-gedung pertemuan dan showroom mobil-mobil mewah yang berada di boulevard Kelapa Gading. Setiap main ke Kelapa Gading pasti saya mampir ke sini. Memang makanan yang disajikan enak sih. Harganya pun terjangkau, Tahu Campur dan Tahu Tek2 9 ribu. Meski demikian yang ke sini ini biasanya bermobil lho. Dan sepertinya warung ini gak menyasar pekerja-pekerja di lokasi ini, waktu bukanya aja sekitar jam setengah 5 sore sampai jam 10an malam, tergantung stok persediaan hidangan.


Saya membayangkan kalau warung ini berpindah lokasi dan 'packaging' di mall atau trade center, atau di sebuah ruko. Apakah akan tetap saya kunjungi? Kok kayanya males ya...meski pun yang menjual tetap orang yang sama. Mengapa? Saat pertanyaan ini muncul jawaban yang hadir di otak saya sih sebagai berikut :


1. Orisinalitas

Kalo pindah ke mall atau ruko serta berganti packaging, sepertinya kok gak orisinal ya. Karena pas mau makan tahu campur ini bukan sekedar menghilangkan lapar namun juga merasakan hidangan khas Surabaya. Jadi kalo ganti packaging kok jadi seperti kehilangan keasliannya. Dan bisa jadi karena ganti packaging ini, sentuhan yang humanis dari si penjual juga akan berkurang kepada si pembeli.


2. Persepsi

Meski mungkin ada juga pelanggan yang berpikir. "Ah kan bentuk luarnya doang yang beda, rasa hidangannya kan sama aja." Tapi tetap aja ada pelanggan yang merasa kehilangan suasana kaki lima dari sebuah warung Tahu Campur khas Surabaya, sensasinya beda. Memang persepsi sebagian besar masyarakat adalah hidangan Tahu Campur khas Surabaya adalah di kaki lima dan bukan di mall atau ruko.


Saat ini sih itu yang kepikir. Sekedar menuangkan pikiran. Eh iya, ternyata saya sudah menjadi PR bagi si warung ya.... :D


Salam,

Erick Sowong


Sumber foto : Warung Tahu Campur khas Surabaya daerah boulevard Kelapa Gading.


Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tahu Campur khas Surabaya


Saat ini saya lagi nunggu warung Tahu Campur Surabaya buka, saat saya datang sekitar 20 menit dari waktu buka.


Warung ini sederhana, terbuat dari bilik kayu di samping jejeran gedung-gedung pertemuan dan showroom mobil-mobil mewah yang berada di boulevard Kelapa Gading. Setiap main ke Kelapa Gading pasti saya mampir ke sini. Memang makanan yang disajikan enak sih. Harganya pun terjangkau, Tahu Campur dan Tahu Tek2 9 ribu. Meski demikian yang ke sini ini biasanya bermobil lho. Dan sepertinya warung ini gak menyasar pekerja-pekerja di lokasi ini, waktu bukanya aja sekitar jam setengah 5 sore sampai jam 10an malam, tergantung stok persediaan hidangan.


Saya membayangkan kalau warung ini berpindah lokasi dan 'packaging' di mall atau trade center, atau di sebuah ruko. Apakah akan tetap saya kunjungi? Kok kayanya males ya...meski pun yang menjual tetap orang yang sama. Mengapa? Saat pertanyaan ini muncul jawaban yang hadir di otak saya sih sebagai berikut :


1. Orisinalitas

Kalo pindah ke mall atau ruko serta berganti packaging, sepertinya kok gak orisinal ya. Karena pas mau makan tahu campur ini bukan sekedar menghilangkan lapar namun juga merasakan hidangan khas Surabaya. Jadi kalo ganti packaging kok jadi seperti kehilangan keasliannya. Dan bisa jadi karena ganti packaging ini, sentuhan yang humanis dari si penjual juga akan berkurang kepada si pembeli.


2. Persepsi

Meski mungkin ada juga pelanggan yang berpikir. "Ah kan bentuk luarnya doang yang beda, rasa hidangannya kan sama aja." Tapi tetap aja ada pelanggan yang merasa kehilangan suasana kaki lima dari sebuah warung Tahu Campur khas Surabaya, sensasinya beda. Memang persepsi sebagian besar masyarakat adalah hidangan Tahu Campur khas Surabaya adalah di kaki lima dan bukan di mall atau ruko.


Saat ini sih itu yang kepikir. Sekedar menuangkan pikiran. Eh iya, ternyata saya sudah menjadi PR bagi si warung ya.... :D


Salam,

Erick Sowong


Sumber foto : Warung Tahu Campur khas Surabaya daerah boulevard Kelapa Gading.



 

What they said?