RSS
email

13 Agustus 2011


13 Agustus 2011, itu saat yang bersejarah lho. Coba dipikir ada kejadian apa di hari itu? Sudah ketemu? Atau nyerah?


Di tanggal tersebut untuk pertama kalinya dalam hidup ini, mendengar denyut jantung janin anak kami yang ada di perut istri saya tercinta. Denyut jantung –yang semoga berjalan lancar- calon anak kami. (Kebetulan ilustrasi foto di samping persis dengan kondisi kehamilan istri saya)


Perasaan deg-deg seeer, haru biru, senang yang tidak bisa digambarkan apapun juga (beneran lho, senangnya mengalahkan saat mengetahui gaji naik 40% dalam tempo 6 bulan sesudah kenaikan pertama). Dan juga kesadaran akan bertambahnya tanggung jawab sebagai seorang ayah.


Memang terkesan norak sih ya, karena sebagian besar manusia di dunia juga pernah merasakan sensasinya menjadi ayah. Namun yah, tetap aja saya bahagia banget bisa merasakan momen itu. Norak-noraknya calon ayah siih…


Btw saya juga bener-bener takjub lho sama proses hadirnya manusia di muka bumi ini, coba bayangin deh: Sperma dan sel telur itu kan berupa cairan yah (CMIIW), yang secara fisik sama seperti ludah, gak ada istimewanya kan? Namun ajaib banget yah pertemuan sperma dan sel telur itu secara perlahan-perlahan menjadi gumpalan daging, terdapat denyut jantung, dan di usia kehamilan 9 bulan siap untuk dilahirkan ke dunia.


Hal itu yang sampai sekarang bikin saya terbengong-bengong dahsyatnya mekanisme prosedur Tuhan dalam menciptakan manusia. Dan setiap manusia itu punya rancangan-Nya masing-masing yang harus ditemukan, dipahami, dan dilakukan.


Sumber foto: http://19ramadhan.blogspot.com/2011/01/unforgetable-moments.html


Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

13 Agustus 2011


13 Agustus 2011, itu saat yang bersejarah lho. Coba dipikir ada kejadian apa di hari itu? Sudah ketemu? Atau nyerah?


Di tanggal tersebut untuk pertama kalinya dalam hidup ini, mendengar denyut jantung janin anak kami yang ada di perut istri saya tercinta. Denyut jantung –yang semoga berjalan lancar- calon anak kami. (Kebetulan ilustrasi foto di samping persis dengan kondisi kehamilan istri saya)


Perasaan deg-deg seeer, haru biru, senang yang tidak bisa digambarkan apapun juga (beneran lho, senangnya mengalahkan saat mengetahui gaji naik 40% dalam tempo 6 bulan sesudah kenaikan pertama). Dan juga kesadaran akan bertambahnya tanggung jawab sebagai seorang ayah.


Memang terkesan norak sih ya, karena sebagian besar manusia di dunia juga pernah merasakan sensasinya menjadi ayah. Namun yah, tetap aja saya bahagia banget bisa merasakan momen itu. Norak-noraknya calon ayah siih…


Btw saya juga bener-bener takjub lho sama proses hadirnya manusia di muka bumi ini, coba bayangin deh: Sperma dan sel telur itu kan berupa cairan yah (CMIIW), yang secara fisik sama seperti ludah, gak ada istimewanya kan? Namun ajaib banget yah pertemuan sperma dan sel telur itu secara perlahan-perlahan menjadi gumpalan daging, terdapat denyut jantung, dan di usia kehamilan 9 bulan siap untuk dilahirkan ke dunia.


Hal itu yang sampai sekarang bikin saya terbengong-bengong dahsyatnya mekanisme prosedur Tuhan dalam menciptakan manusia. Dan setiap manusia itu punya rancangan-Nya masing-masing yang harus ditemukan, dipahami, dan dilakukan.


Sumber foto: http://19ramadhan.blogspot.com/2011/01/unforgetable-moments.html



 

What they said?