RSS
email
0

Semakin Banyak, Karena Dibagikan

Kalo dilihat di daftar posting, bisa terlihat bahwa di tahun 2012, blog ini , ini dan ini jarang diupdate. Apa penyebabnya? Simpel aja sic. Sibuk. Pekerjaan di 2012 menuntut mobilitas yang tinggi. Dalam sebulan bisa tiap minggu harus melakukan perjalanan dinas. Belum persiapannya, lagi ditambah dengan pelaporan hasilnya, dan beragam warna sari yang menyertai perjalanan dinas itu.

Dan di tahun 2012 juga gue relatif sedikit membaca, alasannya? Salahkan kesibukan. Tapi apakah memang separah itu kesibukan gue?

Sebenarnya enggak sik. Gue tau banget ada banyak orang yang lebih sibuk dari gue namun tetep bisa memiliki waktu membaca. Di sela menunggu kedatangan pesawat mereka membaca. Di sela menunggu mobil penjemput, mereka membaca. Kala di udara, diisi dengan membaca pula. Mereka sangat lihai memanfaatkan waktu-waktu kosong yang berdurasi singkat itu.

Sumber gambar: http://organisedcastle.wordpress.com

Menurut gue, memanfaatkan waktu-waktu kosong berdurasi singkat untuk hal yang berguna membutuhkan keahlian. Keahlian datang dari latihan yang dilakukan dengan disiplin. Latihan dengan disiplin datang dari niat atau kemauan. Niat itu sendiri bakalan timbul jika loe menganggap suatu hal sebagai hal yang menggairahkan dan memang loe banget deh.

Coba loe bayangin, ada berapa banyak waktu kosong berdurasi singkat yang bisa loe isi dengan hal berguna? Membaca buku salah satunya. Lainnya, membaca koran, situs berita, mengunjungi situs pemasaran untuk mendapatkan insight dan data terbaru. Yah kebetulan gue maniak buku, contoh-contoh yang gue tampilin seputar membaca ajah. :D

Lalu apa hubungannya dengan sedikit membaca dengan sedikit nge-blog? Jadi gini nih, kalo gue banyak membaca, banyak hal yang bisa gue bagiin, dari literatur-literatur itu gue hubungin sama pengalaman gue, dan artikel bisa tersusun. Dan karena gue orangnya murah hati (najeeeesssssss loe Rick!), ya gue seneng ajah gitu berbagi. Makanya di tahun 2013 ini gue mau memperbaiki diri, be a better man! (aromanyaaah curcolll nih!)

Konon ada suatu hal yang kalau mau menambahnya kita harus membagikannya. Apakah itu? Kasih. Kasih yang dibagikan akan membuat orang yang membaginya semakin besar kasihnya dan sebaliknya. Hmmm...dan menurut gue 'dalil' itu juga berlaku untuk hal-hal positif lainnya seperti: Ilmu, wawasan, senyum, dan hal positif lainnya. Karena kalo loe bersedia berbagi hal yang + pastilah karena loe mau berbagi kasih kan?

Jadi kita mau nambah hal yang + atau justru - nih? Udah tahun 2013, masih jaman gitu nambah yang - ???





Read more
0

Be Open, Be Smart

Seorang teman curhat ke gue. Biasa curhat karyawan yah pasti soal bos dan manajemen yang selalu dianggap ngeselin. Yuk diliat, enjoyyyy...

Awal masuk di kantor baru, sangat tertakjub-takjub akan sistem marketing yang ada. Mengapa? Sangaaat old school!

Maka mulailah gue sebagai orang baru yang memang peduli akan kemajuan perusahaan (ciyeeeeh...) mengusulkan ide-ide segar based on my experience. Berikut percakapan yang coba saya gambarkan:

Gue (G): Bos, sekarang udah eranya online lohh....kita bikin online business yuk....saya dulu pernah bikin di perusahaan-perusahaan terdahulu.. (mulailah gue menjelaskan detail teknis konsep itu).
Bos (B): Ahh..ribet banget sih Pak...bagi saya mah yang penting jualan...omset..omset...kalo online kita punya akun Twitter kok. Dan ada juga website. Udahlah mikirin aja gimana sales kita naik.
G: Nah itu bos...supaya sales naik saran saya begitu. Kita banyakin cara kita menjangkau konsumen. Kita permudah konsumen mendapatkan produk kita. Dan fenomena online+socmednya ini sangat memungkinkan kita berdayakan to the max.
B: Tetep bagi saya ribet Pak. Belum pajaknya, dsb.

Ok. Ide gue ditolak. Gak papa sik. Cuma yang bikin gondok, selang setahun kemudian usul gue itu diambil. Mengapa? HQ minta kita untuk masuk ke online karena trend dunia mengarah ke sana. HQ sudah memberikan kuliah panjang lebar ke manajemen di Indonesia soal itu. Dan lucunya...manajemen di sini menganggap itu adalah pencerahan (ke mana ajeeehhhh???).

Nah demikian curhatan temen gue. Kasus di atas sering kita alamin sik, atau justru kita yang jadi antagonisnya. Untungnya tidak di tim gue. Mantan anggota tim gue tau banget bahwa gue selalu menciptakan suasana tanpa jarak di hubungan komunikasi. "Loe gue" akan sering didengar di ruangan kerja.

Mengapa? Karena gue begok. Karena bego makanya butuh banget yang namanya saran dari anak buah gue. Bisa aja ide gue kurang tepat untuk dilaksanakan, dan gue tidak akan pernah tau jika anak buah gue tidak bilanf kan? Cuma gimana anak buah mau ngasih saran kalo gue bersikap kaya Sumanto belom makan seminggu??

Alasan lainnya, gue percaya banget bahwa melakukan sesuatu karena terpaksa, karena takut dipecat, bahkan karena kewajiban sekalipun, akan kalah ampuh hasilnya jika kita melakukan karena memang kita ingin melakukannya. Jadi dengan manajemen terbuka (bukan manajemen telenji yakk..), dan hubungan persahabatan antara gue sama anak buah, lebih mudah gue meyakinkan mereka pentingnya suatu tugas dilaksanakan dengan baik. Dan thanks God mereka mau melakukannya dengan tersenyum.

Jadi mau jadi pinter? Yuk terbuka.

Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Semakin Banyak, Karena Dibagikan

Kalo dilihat di daftar posting, bisa terlihat bahwa di tahun 2012, blog ini , ini dan ini jarang diupdate. Apa penyebabnya? Simpel aja sic. Sibuk. Pekerjaan di 2012 menuntut mobilitas yang tinggi. Dalam sebulan bisa tiap minggu harus melakukan perjalanan dinas. Belum persiapannya, lagi ditambah dengan pelaporan hasilnya, dan beragam warna sari yang menyertai perjalanan dinas itu.

Dan di tahun 2012 juga gue relatif sedikit membaca, alasannya? Salahkan kesibukan. Tapi apakah memang separah itu kesibukan gue?

Sebenarnya enggak sik. Gue tau banget ada banyak orang yang lebih sibuk dari gue namun tetep bisa memiliki waktu membaca. Di sela menunggu kedatangan pesawat mereka membaca. Di sela menunggu mobil penjemput, mereka membaca. Kala di udara, diisi dengan membaca pula. Mereka sangat lihai memanfaatkan waktu-waktu kosong yang berdurasi singkat itu.

Sumber gambar: http://organisedcastle.wordpress.com

Menurut gue, memanfaatkan waktu-waktu kosong berdurasi singkat untuk hal yang berguna membutuhkan keahlian. Keahlian datang dari latihan yang dilakukan dengan disiplin. Latihan dengan disiplin datang dari niat atau kemauan. Niat itu sendiri bakalan timbul jika loe menganggap suatu hal sebagai hal yang menggairahkan dan memang loe banget deh.

Coba loe bayangin, ada berapa banyak waktu kosong berdurasi singkat yang bisa loe isi dengan hal berguna? Membaca buku salah satunya. Lainnya, membaca koran, situs berita, mengunjungi situs pemasaran untuk mendapatkan insight dan data terbaru. Yah kebetulan gue maniak buku, contoh-contoh yang gue tampilin seputar membaca ajah. :D

Lalu apa hubungannya dengan sedikit membaca dengan sedikit nge-blog? Jadi gini nih, kalo gue banyak membaca, banyak hal yang bisa gue bagiin, dari literatur-literatur itu gue hubungin sama pengalaman gue, dan artikel bisa tersusun. Dan karena gue orangnya murah hati (najeeeesssssss loe Rick!), ya gue seneng ajah gitu berbagi. Makanya di tahun 2013 ini gue mau memperbaiki diri, be a better man! (aromanyaaah curcolll nih!)

Konon ada suatu hal yang kalau mau menambahnya kita harus membagikannya. Apakah itu? Kasih. Kasih yang dibagikan akan membuat orang yang membaginya semakin besar kasihnya dan sebaliknya. Hmmm...dan menurut gue 'dalil' itu juga berlaku untuk hal-hal positif lainnya seperti: Ilmu, wawasan, senyum, dan hal positif lainnya. Karena kalo loe bersedia berbagi hal yang + pastilah karena loe mau berbagi kasih kan?

Jadi kita mau nambah hal yang + atau justru - nih? Udah tahun 2013, masih jaman gitu nambah yang - ???





Read More......

Be Open, Be Smart

Seorang teman curhat ke gue. Biasa curhat karyawan yah pasti soal bos dan manajemen yang selalu dianggap ngeselin. Yuk diliat, enjoyyyy...

Awal masuk di kantor baru, sangat tertakjub-takjub akan sistem marketing yang ada. Mengapa? Sangaaat old school!

Maka mulailah gue sebagai orang baru yang memang peduli akan kemajuan perusahaan (ciyeeeeh...) mengusulkan ide-ide segar based on my experience. Berikut percakapan yang coba saya gambarkan:

Gue (G): Bos, sekarang udah eranya online lohh....kita bikin online business yuk....saya dulu pernah bikin di perusahaan-perusahaan terdahulu.. (mulailah gue menjelaskan detail teknis konsep itu).
Bos (B): Ahh..ribet banget sih Pak...bagi saya mah yang penting jualan...omset..omset...kalo online kita punya akun Twitter kok. Dan ada juga website. Udahlah mikirin aja gimana sales kita naik.
G: Nah itu bos...supaya sales naik saran saya begitu. Kita banyakin cara kita menjangkau konsumen. Kita permudah konsumen mendapatkan produk kita. Dan fenomena online+socmednya ini sangat memungkinkan kita berdayakan to the max.
B: Tetep bagi saya ribet Pak. Belum pajaknya, dsb.

Ok. Ide gue ditolak. Gak papa sik. Cuma yang bikin gondok, selang setahun kemudian usul gue itu diambil. Mengapa? HQ minta kita untuk masuk ke online karena trend dunia mengarah ke sana. HQ sudah memberikan kuliah panjang lebar ke manajemen di Indonesia soal itu. Dan lucunya...manajemen di sini menganggap itu adalah pencerahan (ke mana ajeeehhhh???).

Nah demikian curhatan temen gue. Kasus di atas sering kita alamin sik, atau justru kita yang jadi antagonisnya. Untungnya tidak di tim gue. Mantan anggota tim gue tau banget bahwa gue selalu menciptakan suasana tanpa jarak di hubungan komunikasi. "Loe gue" akan sering didengar di ruangan kerja.

Mengapa? Karena gue begok. Karena bego makanya butuh banget yang namanya saran dari anak buah gue. Bisa aja ide gue kurang tepat untuk dilaksanakan, dan gue tidak akan pernah tau jika anak buah gue tidak bilanf kan? Cuma gimana anak buah mau ngasih saran kalo gue bersikap kaya Sumanto belom makan seminggu??

Alasan lainnya, gue percaya banget bahwa melakukan sesuatu karena terpaksa, karena takut dipecat, bahkan karena kewajiban sekalipun, akan kalah ampuh hasilnya jika kita melakukan karena memang kita ingin melakukannya. Jadi dengan manajemen terbuka (bukan manajemen telenji yakk..), dan hubungan persahabatan antara gue sama anak buah, lebih mudah gue meyakinkan mereka pentingnya suatu tugas dilaksanakan dengan baik. Dan thanks God mereka mau melakukannya dengan tersenyum.

Jadi mau jadi pinter? Yuk terbuka.

Read More......
 

What they said?