RSS
email

Dampak Kecelakaan Ustad Uje Terhadap Merek (Otomotif, Fincoy, Helm, Kopi, Permen Kopi, dan Kafe)


Indonesia bersedih. Tanggal 26 April 2013 Ustad Jefri Al Buchori atau yang biasa dikenal dengan sebutan Ustad Uje meninggal dunia. Hal ini mengejutkan publik Indonesia, bisa dilihat dari pemberitaan inpohteimen berganti dari semula eyang Subur menjadi seputar kecelakaan sang Ustad, prosesi pemakaman dan keadaan keluarga yang ditinggalkan. Tak ketinggalan media-media cetak, elektronik, internet pun mengabarkan hal yang sama. Berani tebak, tidak ada satupun media Indonesia yang tidak mengangkat kejadian ini.

Beliau meninggal setelah mengalami kecelakaan lalu lintas karena mengantuk (http://www.tempo.co/read/news/2013/04/26/219476012/Kronologi-Kecelakaan-Ustad-Uje), mengendarai motor Kawasaki jenis ER-650 CC dengan mengenakan helm half face, Ustad Uje menabrak pohon di sekitar Pondok Indah. Dengan tidak lupa mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, di sini gw mau coba analisa impact dari kejadian ini kaitannya dengan marketing. Kata-kata yang gw tebelin di atas adalah kata kuncinya.

Mengantuk. Beberapa waktu belakangan ini, banyak banget kejadian kecelakaan lalu lintas, memang beberapa diantaranya ada yang karena hang-over sik, atau party sampai pagi, basian obat atau alkohol bikin ngantuk. Tapi ada juga yang karena kelelahan karena aktivitas, lalu mengantuk.

Nah hal ini sangat bisa menjadi peluang bagi merek kopi, merek permen kopi, dan merek minuman berenergi, untuk memanfaatkan seasonal ini dengan meluncurkan pesan komunikasi baru: “Gunakan merek kami, mengemudi bebas kantuk, keluarga bahagia”. Dengan tidak mengantuk saat mengemudi maka pengemudi bisa selamat sampai di rumah bertemu dengan keluarga tercinta, hal ini tentu saja membahagiakan keluarga bukan? Tentu ada motif mencari keuntungan di baliknya, namun selipkan juga motif kepedulian kepada keluarga saat meluncurkan pesan ini. 

Sumber gambar: http://www.pennsylvaniadealerblog.com
Menyelipkan kata-kata “wajib minum kopi/minuman berenergi untuk pengemudi” di kampanye “Safety Driving” juga bisa dilakukan, untuk kredibilitas, kampanye ini dilakukan kolaborasi dengan pihak ketiga seperti: Kepolisian, Kemenhub, Kemensos, DLLAJR. Untuk efisiensi biaya bisa dilakukan patungan dengan merek otomotif, merek helm, merek ban.  

Kafe di pom bensin, dan  rest area di jalan tol, juga bisa memanfaatkan hal ini. Pasang spanduk yang eye catching di depan gerbang pom bensin atau rest area dan tuliskan: “Tempuh sisa perjalanan Anda dengan terbebas dari ngantuk, ngopi dulu yukk di *nama kafe*”.

Kawasaki jenis ER-650 CC. Kalau yang sebelumnya gw memaparkan peluang yang bisa dimanfaatkan oleh merek. Sekarang gw coba analisa threat yang bisa terjadi bagi merek motor Kawasaki. Loe yang tinggal di Indonesia pasti tahu bahwa pemberitaan mengenai kecelakaan Ustad Uje begitu masif, sampe-sampe Eyang Subur beserta Arya Wiguna nya dilupakan! Hal yang juga sering disorot adalah motor yang digunakan oleh Ustad Uje, Kawaski jenis ER-650 CC. Hal ini bisa mengakibatkan brand image Kawasaki merosot dan berdampak ke penjualan semua line up Kawasaki. Maka penting banget buat pemegang merek melakukan recovery image program yang sistematis dan cepat. Media relation, aktivasi kudu segera dilakukan.

Gw liat, dengan Polisi mengatakan karena mengantuk, dan pemberitaan bahwa “Ustad Uje akhir-akhir ini terlihat lelah” bisa membantu Kawasaki, eksplorasi terus secara maksimal point ini dengan tidak melupakan PR yang memang harus dilakukan.

Skenario terburuknya menurut gw adalah penjualan Kawasaki drop selama 1-2 bulan, maka buat fincoy (financing company) juga bisa mikirin strategi penjualan dan strategi promosi, apakah tetep ngejalanin program promo buat Kawasaki atau dialihin ke merek lain.

Helm half face. Sebenarnya dari dulu juga sebaiknya produsen helm seharusnya menghentikan produksi helm half face, karena setau gw, peraturan juga udah melarang pengemudi memakai helm half face. Tapi mungkin karena demand-nya masih ada (buat penumpang sepeda motor masih dibolehkan menggunakan helm half face), maka helm jenis ini masih diproduksi. Dan karena kejadian ini, prediksi gw, akan mempengaruhi penjualan helm half face. Saran gw buat produsen helm, bisa manfaatin angle “Safety Driving” dan menekankan bahwa helm yang diperuntukkan bagi penumpang adalah helm half face.

Ok, I think enough for Me. Silakan komen di bawah artikel ini, di Twitter atau di FB gw. Thanks!     

Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dampak Kecelakaan Ustad Uje Terhadap Merek (Otomotif, Fincoy, Helm, Kopi, Permen Kopi, dan Kafe)


Indonesia bersedih. Tanggal 26 April 2013 Ustad Jefri Al Buchori atau yang biasa dikenal dengan sebutan Ustad Uje meninggal dunia. Hal ini mengejutkan publik Indonesia, bisa dilihat dari pemberitaan inpohteimen berganti dari semula eyang Subur menjadi seputar kecelakaan sang Ustad, prosesi pemakaman dan keadaan keluarga yang ditinggalkan. Tak ketinggalan media-media cetak, elektronik, internet pun mengabarkan hal yang sama. Berani tebak, tidak ada satupun media Indonesia yang tidak mengangkat kejadian ini.

Beliau meninggal setelah mengalami kecelakaan lalu lintas karena mengantuk (http://www.tempo.co/read/news/2013/04/26/219476012/Kronologi-Kecelakaan-Ustad-Uje), mengendarai motor Kawasaki jenis ER-650 CC dengan mengenakan helm half face, Ustad Uje menabrak pohon di sekitar Pondok Indah. Dengan tidak lupa mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, di sini gw mau coba analisa impact dari kejadian ini kaitannya dengan marketing. Kata-kata yang gw tebelin di atas adalah kata kuncinya.

Mengantuk. Beberapa waktu belakangan ini, banyak banget kejadian kecelakaan lalu lintas, memang beberapa diantaranya ada yang karena hang-over sik, atau party sampai pagi, basian obat atau alkohol bikin ngantuk. Tapi ada juga yang karena kelelahan karena aktivitas, lalu mengantuk.

Nah hal ini sangat bisa menjadi peluang bagi merek kopi, merek permen kopi, dan merek minuman berenergi, untuk memanfaatkan seasonal ini dengan meluncurkan pesan komunikasi baru: “Gunakan merek kami, mengemudi bebas kantuk, keluarga bahagia”. Dengan tidak mengantuk saat mengemudi maka pengemudi bisa selamat sampai di rumah bertemu dengan keluarga tercinta, hal ini tentu saja membahagiakan keluarga bukan? Tentu ada motif mencari keuntungan di baliknya, namun selipkan juga motif kepedulian kepada keluarga saat meluncurkan pesan ini. 

Sumber gambar: http://www.pennsylvaniadealerblog.com
Menyelipkan kata-kata “wajib minum kopi/minuman berenergi untuk pengemudi” di kampanye “Safety Driving” juga bisa dilakukan, untuk kredibilitas, kampanye ini dilakukan kolaborasi dengan pihak ketiga seperti: Kepolisian, Kemenhub, Kemensos, DLLAJR. Untuk efisiensi biaya bisa dilakukan patungan dengan merek otomotif, merek helm, merek ban.  

Kafe di pom bensin, dan  rest area di jalan tol, juga bisa memanfaatkan hal ini. Pasang spanduk yang eye catching di depan gerbang pom bensin atau rest area dan tuliskan: “Tempuh sisa perjalanan Anda dengan terbebas dari ngantuk, ngopi dulu yukk di *nama kafe*”.

Kawasaki jenis ER-650 CC. Kalau yang sebelumnya gw memaparkan peluang yang bisa dimanfaatkan oleh merek. Sekarang gw coba analisa threat yang bisa terjadi bagi merek motor Kawasaki. Loe yang tinggal di Indonesia pasti tahu bahwa pemberitaan mengenai kecelakaan Ustad Uje begitu masif, sampe-sampe Eyang Subur beserta Arya Wiguna nya dilupakan! Hal yang juga sering disorot adalah motor yang digunakan oleh Ustad Uje, Kawaski jenis ER-650 CC. Hal ini bisa mengakibatkan brand image Kawasaki merosot dan berdampak ke penjualan semua line up Kawasaki. Maka penting banget buat pemegang merek melakukan recovery image program yang sistematis dan cepat. Media relation, aktivasi kudu segera dilakukan.

Gw liat, dengan Polisi mengatakan karena mengantuk, dan pemberitaan bahwa “Ustad Uje akhir-akhir ini terlihat lelah” bisa membantu Kawasaki, eksplorasi terus secara maksimal point ini dengan tidak melupakan PR yang memang harus dilakukan.

Skenario terburuknya menurut gw adalah penjualan Kawasaki drop selama 1-2 bulan, maka buat fincoy (financing company) juga bisa mikirin strategi penjualan dan strategi promosi, apakah tetep ngejalanin program promo buat Kawasaki atau dialihin ke merek lain.

Helm half face. Sebenarnya dari dulu juga sebaiknya produsen helm seharusnya menghentikan produksi helm half face, karena setau gw, peraturan juga udah melarang pengemudi memakai helm half face. Tapi mungkin karena demand-nya masih ada (buat penumpang sepeda motor masih dibolehkan menggunakan helm half face), maka helm jenis ini masih diproduksi. Dan karena kejadian ini, prediksi gw, akan mempengaruhi penjualan helm half face. Saran gw buat produsen helm, bisa manfaatin angle “Safety Driving” dan menekankan bahwa helm yang diperuntukkan bagi penumpang adalah helm half face.

Ok, I think enough for Me. Silakan komen di bawah artikel ini, di Twitter atau di FB gw. Thanks!     



 

What they said?