RSS
email

Tahun 2013: Pertempuran Makin Seru


Tahun 2012 lalu digadang-gadang sebagai kebangkitan kelas menengah, banyak hal yang dikaitkan dengan hal ini, seperti: Bandara yang semakin penuh, frekuensi penerbangan yang semakin banyak dari tiap maskapai, maraknya sekolah-sekolah internasional bermunculan, mal-mal yang menjamur dan -meskipun sudah banyak jumlahnya- tidak pernah kekurangan pengunjung, produk asuransi dan investasi yang banyak ditawarkan belakangan ini.

Dipercaya oleh banyak pihak hal itu akan berlanjut di tahun 2013 ini, dan pembenaran akan gagasan tersebut semakin kuat tatkala DKI Jakarta memutuskan UMP 2013 ada di angka Rp 2.200.000. UMP yang diperuntukkan bagi lajang yang berpendidikan minimal SMA dan masa kerja kurang dari 1 tahun. 
Sumber: http://freemindconfession.wordpress.com
Sungguh sebuah pasar yang seksi bagi para pemilik merek untuk meraihnya. Dan tahun 2013 ini pula pertempuran antar merek akan semakin sengit. Pasar semakin besar artinya potensi pendapatan semakin besar, mengakibatkan kompetisi antar merek juga semakin keras. Masing-masing akan berlomba menancapkan nama di benak target audience dengan berbagai channel. Dan masalah menancapkan nama di benak audience adalah makanan sehari-hari bagi orang Marcomm.

Nah sekarang bagaimana caranya? Saya sik masih percaya di komunikasi yang dilakukan secara terintegrasi dan jujur. Hal ini yang masih belum dapat dilakukan umumnya korporasi di Indonesia. Memang ada yang bisa melakukannya, namun umumnya merupakan perusahaan besar (dan dana komunikasi mengalir seperti air), mempunyai sistem kerja yang baku dan ketat (sehingga mengakibatkan eksekusi yang lambat), terdaftar di lantai bursa (sehingga diawasi oleh banyak stake holder, dan jujur menjadi keharusan). Sementara untuk perusahaan yang tidak seperti di atas, dijamin bahwa komunikasi merek yang terintegrasi dan jujur merupakan barang langka nan ajaib.

Sebenarnya, lebih menantang berada di perusahaan yang dana komunikasinya tidak besar-besar banget. Kenapa? Otak tim marcomm akan dipaksa untuk berpacu mencari solusi mengefektifkan sumber daya dan dana yang ada namun tetap menembus target yang ditetapkan oleh perusahaan.  Tinggal bagaimana menetapkan sistem kerja yang cermat namun juga cepat, dan tentu saja komit untuk berkomunikasi secara jujur.

Contoh penerapan di social media, saat merek konsisten melakukan komunikasi yang jujur dan tulus maka audience akan lebih mudah memberikan kepercayaan untuk melakukan following. Dan ini merupakan langkah awal yang sangat baik untuk melakukan akusisi pasar, karena di social media berlaku adagium: "kuberikan kepercayaanku dengan memfollow dirimu". Jika kepercayaan sudah diberikan untuk terpapar pesan-pesan komunikasi dari merek, maka tinggal menunggu tahapan berikutnya audience untuk mencoba berjalan bersama merek.  

Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tahun 2013: Pertempuran Makin Seru


Tahun 2012 lalu digadang-gadang sebagai kebangkitan kelas menengah, banyak hal yang dikaitkan dengan hal ini, seperti: Bandara yang semakin penuh, frekuensi penerbangan yang semakin banyak dari tiap maskapai, maraknya sekolah-sekolah internasional bermunculan, mal-mal yang menjamur dan -meskipun sudah banyak jumlahnya- tidak pernah kekurangan pengunjung, produk asuransi dan investasi yang banyak ditawarkan belakangan ini.

Dipercaya oleh banyak pihak hal itu akan berlanjut di tahun 2013 ini, dan pembenaran akan gagasan tersebut semakin kuat tatkala DKI Jakarta memutuskan UMP 2013 ada di angka Rp 2.200.000. UMP yang diperuntukkan bagi lajang yang berpendidikan minimal SMA dan masa kerja kurang dari 1 tahun. 
Sumber: http://freemindconfession.wordpress.com
Sungguh sebuah pasar yang seksi bagi para pemilik merek untuk meraihnya. Dan tahun 2013 ini pula pertempuran antar merek akan semakin sengit. Pasar semakin besar artinya potensi pendapatan semakin besar, mengakibatkan kompetisi antar merek juga semakin keras. Masing-masing akan berlomba menancapkan nama di benak target audience dengan berbagai channel. Dan masalah menancapkan nama di benak audience adalah makanan sehari-hari bagi orang Marcomm.

Nah sekarang bagaimana caranya? Saya sik masih percaya di komunikasi yang dilakukan secara terintegrasi dan jujur. Hal ini yang masih belum dapat dilakukan umumnya korporasi di Indonesia. Memang ada yang bisa melakukannya, namun umumnya merupakan perusahaan besar (dan dana komunikasi mengalir seperti air), mempunyai sistem kerja yang baku dan ketat (sehingga mengakibatkan eksekusi yang lambat), terdaftar di lantai bursa (sehingga diawasi oleh banyak stake holder, dan jujur menjadi keharusan). Sementara untuk perusahaan yang tidak seperti di atas, dijamin bahwa komunikasi merek yang terintegrasi dan jujur merupakan barang langka nan ajaib.

Sebenarnya, lebih menantang berada di perusahaan yang dana komunikasinya tidak besar-besar banget. Kenapa? Otak tim marcomm akan dipaksa untuk berpacu mencari solusi mengefektifkan sumber daya dan dana yang ada namun tetap menembus target yang ditetapkan oleh perusahaan.  Tinggal bagaimana menetapkan sistem kerja yang cermat namun juga cepat, dan tentu saja komit untuk berkomunikasi secara jujur.

Contoh penerapan di social media, saat merek konsisten melakukan komunikasi yang jujur dan tulus maka audience akan lebih mudah memberikan kepercayaan untuk melakukan following. Dan ini merupakan langkah awal yang sangat baik untuk melakukan akusisi pasar, karena di social media berlaku adagium: "kuberikan kepercayaanku dengan memfollow dirimu". Jika kepercayaan sudah diberikan untuk terpapar pesan-pesan komunikasi dari merek, maka tinggal menunggu tahapan berikutnya audience untuk mencoba berjalan bersama merek.  



 

What they said?