RSS
email
0

Kampanye Video Online Yang Chemistry-able


Gw lagi baca-baca majalah pemasaran, dan ada artikel yang menarik. Menarik bukan berarti gw setuju ya, cuma kayanya ‘gatel’ untuk menganalisis idenya.

Jadi, inti dari artikel itu adalah memprediksikan bahwa ada medium baru yang bisa dimanfaatkan marketer: Video online. Alasan mereka adalah karena saat ini sudah umum brand-brand mempergunakan SocMed untuk tool marketing, alokasi bujetnya juga cenderung meningkat. Dari sisi konsumen, sebelum mereka melakukan pembelian sebuah produk atau jasa, biasanya mereka riset sederhana dengan searching di internet, bisa di Google ataupun FB dan Twitter. Dan disinilah kesempatan video online muncul (biasanya dipasang di Yutub). Konsumen sudah mulai searching info sebuah produk/jasa di Yutub, beberapa brand juga sudah menggunakan video online untuk jangkauan pemasarannya. Itu menurut si majalah itu.
Sumber: http://market-my-practice.com

Sebenarnya tentang pemanfaatan video online untuk tool marketing udah rada basi, di dunia bule sono ini mah makanan sehari-hari mereka. Yah karena kebiasaan konsumen di sana juga terbiasa memanfaatkannya, disamping karena TV internet sudah lebih dulu membumi di sana. Bagaimana di Indonesia? AFAIK, konsumen di Indonesia baru sebagian kecil saja yang melakukan riset produk/jasa di Yutub (sedikit banyak TV internet berpengaruh mendorong konsumen menyaksikan video online, berhubung TV internet belum terlalu memasyarakat, maka belum banyak konsumen di Indonesia yang menyaksikan video online). Itu pun kategori-kategori tertentu, yang biasanya dipengaruhi harga, tingkat kerumitan pemakaian produk/jasa. Selebihnya? Jika melakukan riset online pasti tetap setia dengan Google, FB dan Twitter.

Jadi apakah sekarang waktunya untuk terjun di video online juga? Tergantung jenis produk dan jasa yang kita pasarkan. Jika harga per satuan produk/jasa mahal dan membutuhkan penjelasan yang lebih clear soal produk/jasa (karena rata-rata TVC sekitar 15-30 detik, itu juga udah lumayan keluar duitnya), maka video online layak dipertimbangkan.

Contoh nih, kalo produk yang kita pasarkan adalah jasa pembiayaan kendaraan bermotor. Sudah tentu terdapat nilai uang yang besar per transaksi pelanggan. Dan sebagai calon pelanggan, sebelum memilih merek leasing yang akan digunakan membiayai pembelian motor/mobil idaman, tentu akan search dulu di Google seputar: 
1. Apakah banyak keluhan soal merek leasing? 
2. Bagaimana perilaku debt collector-nya? 
3. Bunganya rendah/tinggi? 
4. Persyaratannya bagaimana? 
5. Apakah ada diskon, gratis cicilan, atau program promosi lainnya?

Untuk nomor 1 dan 2, bisa ditanggulangi dengan PR activities, nah untuk nomor 3-5 bisa kita tuangkan di video online ini. Kita bisa jelaskan sedetail mungkin dan semenarik mungkin, sehingga calon pelanggan sreg untuk memilih merek leasing yang kita usung.

Nah terkait video online ini, supaya kemasan pesannya menarik, coba deh dipikirin konsep story telling yang bergaya mini seri. Jadi tidak satu video stand alone, namun ada kelanjutan dari cerita dalam video tersebut. Jika konsep cerita menarik dan dieksekusi dengan baik, pasti calon pelanggan akan penasaran melihat kelanjutan-kelanjutan dari video online kita. Mereka tidak merasa sedang melihat tool marketing, namun meresapi aliran cerita yang dibangun dalam video online. In the end, chemistry antara brand dengan pelanggan dapat terbangun menjadi suatu cerita cinta yang indah. -The End-        
Read more
0

KPI Social Media


Social Media. Sering disingkat sebagai SocMed. Melanjutkan trend penggunaan SocMed di tahun 2011 dan bertambah semarak di tahun lalu, di tahun ini pastinya SocMed akan kembali menjadi superstar. Hal ini didukung dengan semakin banyaknya tablet dan smartphone yang dimiliki konsumen. Tercatat temuan dari Cisco bahwa di 2012 terdapat 27 juta smartphone, dan 200 ribu tablet yang berkemampuan internet (http://jabar.tribunnews.com/2013/03/14/jumlah-smartphone-melonjak-36-persen-tahun-lalu)

Sumber: http://kaushik.net



Cuma ada yang tau gak KPI buat SocMed itu apa sih? Ok, kali ini gw mau berbagi KPI SocMed versi gw. Silakan dicoba dan sukur-sukur aplicable di perusahaan temen-temen semua.

1. Response Rate
Ini berbicara tentang persentase posting/pertanyaan dari audience yang direspons oleh Admin.

2. Response Time
Ini berbicara mengenai rata-rata waktu yang diperlukan Admin untuk merespons posting/pertanyaan dari audience.

3. Engagement Rate
Jumlah interaksi audience (bisa likes, komen, atau shares) yang ada di satu saluran SocMed.

4. Key Influencer Identification
Siapa sih personal yang paling sering interaksi dengan SocMed kita?

5. User Activity
Identifikasi jam-jam tertentu dalam sehari yang paling ramai interaksi. Dan identifikasi hari-hari tertentu dalam seminggu di mana audience ramai berinteraksi dengan SocMed kita.

Nah itu KPI dari SocMed, sekarang apa alat ukurnya dari KPI di atas tersebut? Business Solutions. Maksudnya bagaimana memanfaatkan SocMed semaksimal mungkin dalam proses bisnis perusahaan.

Kalo versi gw, begini:
1. Social Customer Service
KPI: Response Rate, Response Time, Key Influencer
2. Issue/Crisis Management
KPI: Response Rate, Response Time, Engagement Rate, Key Influencer
3. ROI of Social Promotions
KPI: Engagement Rate, Key Influencer, User Activity
4. Brand Loyalty
KPI: Engagement Rate, Key Influencer (Sentiment)
5. Competitive Insight
KPI: Interaksi.

Sipp. Segitu dulu deh. Makasi sudah membaca. Silakan kalo mau komen lho.
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kampanye Video Online Yang Chemistry-able


Gw lagi baca-baca majalah pemasaran, dan ada artikel yang menarik. Menarik bukan berarti gw setuju ya, cuma kayanya ‘gatel’ untuk menganalisis idenya.

Jadi, inti dari artikel itu adalah memprediksikan bahwa ada medium baru yang bisa dimanfaatkan marketer: Video online. Alasan mereka adalah karena saat ini sudah umum brand-brand mempergunakan SocMed untuk tool marketing, alokasi bujetnya juga cenderung meningkat. Dari sisi konsumen, sebelum mereka melakukan pembelian sebuah produk atau jasa, biasanya mereka riset sederhana dengan searching di internet, bisa di Google ataupun FB dan Twitter. Dan disinilah kesempatan video online muncul (biasanya dipasang di Yutub). Konsumen sudah mulai searching info sebuah produk/jasa di Yutub, beberapa brand juga sudah menggunakan video online untuk jangkauan pemasarannya. Itu menurut si majalah itu.
Sumber: http://market-my-practice.com

Sebenarnya tentang pemanfaatan video online untuk tool marketing udah rada basi, di dunia bule sono ini mah makanan sehari-hari mereka. Yah karena kebiasaan konsumen di sana juga terbiasa memanfaatkannya, disamping karena TV internet sudah lebih dulu membumi di sana. Bagaimana di Indonesia? AFAIK, konsumen di Indonesia baru sebagian kecil saja yang melakukan riset produk/jasa di Yutub (sedikit banyak TV internet berpengaruh mendorong konsumen menyaksikan video online, berhubung TV internet belum terlalu memasyarakat, maka belum banyak konsumen di Indonesia yang menyaksikan video online). Itu pun kategori-kategori tertentu, yang biasanya dipengaruhi harga, tingkat kerumitan pemakaian produk/jasa. Selebihnya? Jika melakukan riset online pasti tetap setia dengan Google, FB dan Twitter.

Jadi apakah sekarang waktunya untuk terjun di video online juga? Tergantung jenis produk dan jasa yang kita pasarkan. Jika harga per satuan produk/jasa mahal dan membutuhkan penjelasan yang lebih clear soal produk/jasa (karena rata-rata TVC sekitar 15-30 detik, itu juga udah lumayan keluar duitnya), maka video online layak dipertimbangkan.

Contoh nih, kalo produk yang kita pasarkan adalah jasa pembiayaan kendaraan bermotor. Sudah tentu terdapat nilai uang yang besar per transaksi pelanggan. Dan sebagai calon pelanggan, sebelum memilih merek leasing yang akan digunakan membiayai pembelian motor/mobil idaman, tentu akan search dulu di Google seputar: 
1. Apakah banyak keluhan soal merek leasing? 
2. Bagaimana perilaku debt collector-nya? 
3. Bunganya rendah/tinggi? 
4. Persyaratannya bagaimana? 
5. Apakah ada diskon, gratis cicilan, atau program promosi lainnya?

Untuk nomor 1 dan 2, bisa ditanggulangi dengan PR activities, nah untuk nomor 3-5 bisa kita tuangkan di video online ini. Kita bisa jelaskan sedetail mungkin dan semenarik mungkin, sehingga calon pelanggan sreg untuk memilih merek leasing yang kita usung.

Nah terkait video online ini, supaya kemasan pesannya menarik, coba deh dipikirin konsep story telling yang bergaya mini seri. Jadi tidak satu video stand alone, namun ada kelanjutan dari cerita dalam video tersebut. Jika konsep cerita menarik dan dieksekusi dengan baik, pasti calon pelanggan akan penasaran melihat kelanjutan-kelanjutan dari video online kita. Mereka tidak merasa sedang melihat tool marketing, namun meresapi aliran cerita yang dibangun dalam video online. In the end, chemistry antara brand dengan pelanggan dapat terbangun menjadi suatu cerita cinta yang indah. -The End-        
Read More......

KPI Social Media


Social Media. Sering disingkat sebagai SocMed. Melanjutkan trend penggunaan SocMed di tahun 2011 dan bertambah semarak di tahun lalu, di tahun ini pastinya SocMed akan kembali menjadi superstar. Hal ini didukung dengan semakin banyaknya tablet dan smartphone yang dimiliki konsumen. Tercatat temuan dari Cisco bahwa di 2012 terdapat 27 juta smartphone, dan 200 ribu tablet yang berkemampuan internet (http://jabar.tribunnews.com/2013/03/14/jumlah-smartphone-melonjak-36-persen-tahun-lalu)

Sumber: http://kaushik.net



Cuma ada yang tau gak KPI buat SocMed itu apa sih? Ok, kali ini gw mau berbagi KPI SocMed versi gw. Silakan dicoba dan sukur-sukur aplicable di perusahaan temen-temen semua.

1. Response Rate
Ini berbicara tentang persentase posting/pertanyaan dari audience yang direspons oleh Admin.

2. Response Time
Ini berbicara mengenai rata-rata waktu yang diperlukan Admin untuk merespons posting/pertanyaan dari audience.

3. Engagement Rate
Jumlah interaksi audience (bisa likes, komen, atau shares) yang ada di satu saluran SocMed.

4. Key Influencer Identification
Siapa sih personal yang paling sering interaksi dengan SocMed kita?

5. User Activity
Identifikasi jam-jam tertentu dalam sehari yang paling ramai interaksi. Dan identifikasi hari-hari tertentu dalam seminggu di mana audience ramai berinteraksi dengan SocMed kita.

Nah itu KPI dari SocMed, sekarang apa alat ukurnya dari KPI di atas tersebut? Business Solutions. Maksudnya bagaimana memanfaatkan SocMed semaksimal mungkin dalam proses bisnis perusahaan.

Kalo versi gw, begini:
1. Social Customer Service
KPI: Response Rate, Response Time, Key Influencer
2. Issue/Crisis Management
KPI: Response Rate, Response Time, Engagement Rate, Key Influencer
3. ROI of Social Promotions
KPI: Engagement Rate, Key Influencer, User Activity
4. Brand Loyalty
KPI: Engagement Rate, Key Influencer (Sentiment)
5. Competitive Insight
KPI: Interaksi.

Sipp. Segitu dulu deh. Makasi sudah membaca. Silakan kalo mau komen lho.
Read More......
 

What they said?