SmartWAX ngobrol dengan khalayaknya...my experience...

Senin, 08 Februari 2010

Percakapan Erick dan iblis dalam pikiran


Saya pasti dibenci iblis nih, karena mempublish hal ini. :)

Suatu ketika di malam hari yang sejuk, kucuk-kucuk datanglah si iblis lengkap dengan tongkat trisula nya ke pikirannya Erick.

iblis : Rick, gw punya ide bagus n 'baik' nih buat lo pikirin...

Erick : Gak mau!

iblis : Ayo dong...lo pikirin dulu...gak lo lakuin juga gak papa...yang penting lo pikirin dulu....

Erick : Gw gak mau! Bandel nih ya! Kalo gw gak mau emang kenapa? Lo mau ngapain gw???.... *sambil berteriak* PAPA....si iblis gangguin Erick lagi nih....

PAPA : Hmmmm....iblis pergi kau!!!!

Erick : Hajar aja PA...iya PA...jitak aja!!!

iblis : Wadaaaaoowwww....iya ampun!!!!!

Si iblis pun lari ketakutan karena diusir, dihajar n dijitak PAPA nya Erick.

Namun si iblis sempat-sempatnya berkata : i will back!!!

----------------------------------------THE END-----------------------------------------------

Selasa, 26 Januari 2010

Konsisten untuk Bersikap Kreatif


Karena kebiasaan tidur larut, bahkan menjelang dini hari, maka jam 00.00 pun seakan-akan jam 8 malam. Kebiasaan tidur malam membentuk 'sifat' dalam diri saya menjadi kuat dan hobby begadang. Kalo melihat dari sini seharusnya dapat ditarik hal umum : Kebiasaan membentuk sesuatu!

Menjadi hasrat saya untuk menjadi orang yang kreatif dan inovatif (dari sudut pandang yang positif) dalam menjalankan hidup, termasuk diantaranya bekerja. Maka saya mencoba melakukan teori ini. Jika saya ingin kreatif maka saya harus membiasakan diri untuk bersikap kreatif dan juga inovatif!

Saya hobby menikmati nasi goreng, karena itu saya mencoba untuk bersikap kreatif pada saat membeli nasi goreng. Tidak hanya sekedar membeli, namun juga melihat proses pengerjaan nasi goreng, beragamnya pembeli yang lain, dan juga kebiasaan baik yang dilakukan si penjual pada konsumen. Saya melakukan analisis yang diusahakan menyeluruh kepada si penjual nasi goreng. Nah menurut saya ini termasuk kebiasaan kreatif yang positif, jadi tidak sekedar membeli nasi goreng, menikmatinya lalu selesai. Namun terdapat proses pembelajaran bagi saya ketika membeli nasi goreng itu.

Sedikit tantangannya adalah konsistensi untuk bersikap kreatif. Karena konsistensi membutuhkan penguasaan diri dari rasa malas, jenuh yang acap kali menyerang pikiran kita. Dan penguasaan diri ini diawali dengan mengalahkan keinginan diri yang cenderung mencari hal yang instant, nyaman, mudah, murah, nikmat, berkualitas dan juga dalam kuantitas yang besar.

Wah ngelantur ya? Atau ada benarnya? Hahahaha...namanya juga belajar ngobrol....

Sabtu, 16 Januari 2010

Belajar Branding dari Penjual Nasi Goreng (bagian II)


Hari Rabu (13/01) kembali saya presensi ke Bapak untuk membeli nasi goreng. Kebetulan sedang tidak banyak orang yg mengantri. Meskipun giliran pesanan saya adalah yang ketiga untuk dibikin. Nah coba-coba saya ngobrol deh sama Bapak. Panjang lebar dari soal bumbu sampe soal sejarah Mie Surabaya yang ternyata dikenal juga dengan nama "Dog-dog". Sampai pada dialog ini :

Erick : Bapak ada juragannya lagi gak? Maksudnya Bapak masih nyetor lagi sama bozznya?
Bapak : Oh gak Mas, ini punya saya sendiri. Gak nyetor sama siapa-siapa. Paling sama istri (saya : geeerrrr).
Erick :Oooh gitu...berarti bumbu n semua2nya juga siapin sendiri dong Pak
Bapak : Iya Mas.

Nah, si Bapak menjalankan usahanya sendiri. Dia gak punya beban untuk 'nyetor' sama juragannya lagi, selain sama istrinya. Dari sini saya jadi mengambil kesimpulan :
1. Pantes aja si Bapak semangatnya tinggi untuk berjualan, dia harus kreatif dan menyapa pelanggannya dengan konten lokal sang pelanggan karena tanggung jawabnya sama keluarga, dan juga bagi dia menjadi Penjual Nasgor adalah jalan hidupnya. Pilihan profesi yang dia lakoni. (Meski saya tidak tahu apakah si Bapak memiliki usaha lainnya, namun perkiraan saya kalau si Bapak harus mempersiapkan segala kebutuhan berjualan dari siang, makan waktu yang dia miliki untuk menjalankan usaha lainnya sangatlah terbatas)
2. Dengan menjalankan usaha Nasi Goreng itu sendiri, si Bapak mempunyai kebebasan dalam 'berekspresi' menentukan komposisi bumbu, minyak goreng, sampai ukuran porsi yang diberikan sehingga menjadi nasi goreng yang digemari oleh para pelanggan.

Berbeda dengan penjual nasi goreng yang harus 'nyetor' ke juragan, jika si penjual lainnya ini diberikan 1 bakul nasi yang direncanakan oleh si juragan untuk 100 porsi, maka penjual lainnya ini akan berupaya untuk menjadikannya 120 atau 150 porsi. Dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih.

Ternyata nilai sebuah brand juga berangkat dari nilai-nilai positif yang kalo diambil dari potret si Bapak tujuannya adalah :
1. Anak istri mendapat nafkah.
2. Pelanggan senang dan puas.

Sekedar berbagi, CMIIW.

Minggu, 10 Januari 2010

Belajar Branding dari Penjual Nasi Goreng (bagian I)

Judul yang panjang bukan? Namun ada hal menarik memang yang saya ingin ceriterakan. Hari Minggu (10/01), di malam hari, perut saya konser minta pemenuhan bahan pangan. Lalu saya bergegas menuju ke depan jalan untuk menjumpai Penjual Nasi Goreng -ala Mie Surabaya- yang kebetulan dia sudah ada di depan jalan yang jaraknya 50 meter dari kediaman saya.

Untuk menuju kesana saya sudah melewati seorang Penjual Nasi Goreng juga, namun karena saya belum pernah mencoba racikan masakannya, saya tetap berjalan menuju tujuan saya semula. Sesampainya disana, sudah terlihat antrian di sekeliling gerobak, belum lagi yang sudah memesan terlebih dahulu untuk kemudian mengambil pesanannya. Namun para penggantri dengan setia tetap berdiri menunggu giliran pesanan mereka diselesaikan. Waktu masih menunjukkan pukul 21.00 namun nasi goreng sudah habis. Setelah mengamati cara si Bapak dalam melayani konsumennya, saya jadi mengerti alasan mengapa Mie Surabaya ini laris manis.

1. Si Bapak ramah dalam melayani pembeli, dia berbahasa Sunda jika pembelinya adalah dari suku Sunda. Berbahasa Jawa (halus) jika pembelinya berasal dari suku Jawa. Dn berlogat Betawi jika pembelinya diketahui berlogat Betawi. Sebagai sebuah brand, si Bapak mampu mengenali siapa pelanggannya (atau calon pelanggannya) dan menyapa mereka dengan ramah berdasarkan latar belakang mereka. Hal ini menimbulkan kedekatan personal antara brand dengan penggemarnya.

2. Porsi yang diberikan lebih banyak dari Penjual Nasi Goreng lainnya. Jika dibandingkan sekitar 1 1/2 berbanding 1. Sebagai brand, si Bapak memberikan lebih dari standar kuantitas kompetitor lainnya. Dan hal ini disukai banget sama konsumen pada umumnya.

3. Rasanya juga mantap. Nah ini berhubungan dengan kualitas produk. Sebagai brand, si Bapak telah berhasil memennuhi atau memuaskan ekspektasi pelanggannya yang datang kepadanya dengan motivasi mencari 'alat' penghilang rasa lapar yang nikmat namun juga terjangkau.

Jadi brand memang tidak hanya sekedar nama, namun juga harus memiliki karakteristik personal yang positif agar dapat merebut hati 'pasangan' yang dituju.

Jumat, 23 Oktober 2009

Belajar sejarah fam orang Manado


www.kabardariopa.blogspot.com

Buat orang Manado, dalam hal ini suku besar Minahasa, fam (family-name)
mewakili jati diri, citra, dan bahkan martabat serta harga diri.

Fam
diturunkan berdasarkan garis keturunan orang tua laki-laki (patrilinial) dan wajib digunakan sebagai harkat serta lambang sebagai generasi penerus keluarga.

Setelah menikah, fam dari laki-laki akan menjadi nama keluarga. Seorang istri wajib menyandang fam dari suaminya didepan fam-nya sendiri. Anak-anakpun wajib menyandang fam dari ayah. Dan sekali lagi, keluarga wajib menjunjung tinggi martabat dari fam yang disandangnya.

Buat orang Minahasa, fam sangat dijunjung tinggi. Sayangnya, banyak generasi
sekarang yang tak mengerti asal usul fam di daerahnya, bahkan fam sendiri kadang tidak tau artinya. Fam yang dipakai turun temurun saat ini berasal dari nama nenek moyang orang Minahasa. Nama-nama itu biasanya mencerminkan pekerjaan, sifat, tempat tinggal, atau usaha dari pemilik nama pertama itu.

Berikut rangkuman oleh seorang sosiolog asal Manado, FS Watuseke.
Dalam bahasa Minahasa terutama dimana dalam bahasa sehari-hari Melayu Manado "nama keluarga" disebut Fam. Dimana kata ini sebenarnya berasal dari bahasa Belanda van yang kemudian setelah melalui beberapa proses disebut sebagai Fam. Penggunaan fam tersebut dilakukan sekitar awal abad 19 di negeri Belanda. Waktu itu rakyatnya diwajibkan mempunyai Fam. Sebelumnya memang sudah punya Fam akan tetapi belum menyeluruh.

Demikian pula yang berlangsung di Minahasa kira-kira pada abad 19. Sebelumnya memang ada orang yang memakainya , tetapi belum menyeluruh. Seperti halnya Bastian Saway, Fam tersebut ada sejak akhir abad ke 17. Pedro Ranty abad 18 dan kemudian awal abad ke 19 terdapat nama Fam seperti Matinus Dotulong (akhir abad 18, Hendrik Dotulong, Frederik Lumingkewas, Abraham Lotulong, dlll). Pada tahun 1831 tibalah di Minahasa dua orang penginjil Protestan JF Riedel dan JF Schwarz di Langowan. Mereka sebagai penginjil dan mengabarkan injil sekaligus membaptis anggota baru yang masuk kristen. Pada waktu itu setiap orang dipermandikan mendapat sebuah nama Alkitab atau nama Eropa, seperti Daniel, Jan, Piet, Frans dan lainnya. Pada saat pembaptisan orang tersebut diberi sebuah nama Fam, nama keluarga.

Biasanya nama tersebut nama ayah (nama satu-satunya yang dipakai) yang
disusul dengan nama baptis atau Fam. Disamping nama ayah, nama tersebut juga diambil dari nama nenek pria. Biasanya nama ayah atau nenek pria itu adalah nama asli Minahasa, seperti Watuseke, Sarapung, Korengkeng, Turang, Sondakh dan lainnya. Nama baptis tersebut dijadikan nama panggilan yang diambil dari nama-nama di Alkitab atau dari negeri Eropa barat terutama dari Belanda. Karena itulah setiap orang Minahasa bernama panggilan atau nama sehari-hari dari Alkitab dan Belanda. Berdasarkan data tersebut, nama orang Minahasa atau Fam sekarang diambil dari nama panggilan setiap orang pria. Sedangkan nama wanita tidak diturunkan sehingga dilupakan oleh sebagian orang.

Dengan hanya mengenal nama panggilan satu-satunya, tentu ada nama
pengenal jika nama itu dipakai beberapa orang. Hal itu dibedakan dengan adanya sikap, cacat, atau tanda sesuatu pada orang yang kita maksud. Seperti Wanta Kento jika ia pincang, Wilem Todeo Kokong (Wilem berkepala lonjong), Min Pirop (min bermata buta) dan lainnya. Ada nama-nama yang menyatakan sifat dari orang yang dimasud, seperti ia seorang pemberani dinamai Mamauaya dari kata wuaya atau berani. Mama'it atau Ma'it orang yang selalu memasak agak kebanyakan garam. Oki atau kecil adalah orang selalu mengecilkan sesuatu dan sebagainya. Masih banyak nama-nama yang mengikuti sifat, kepribadian, tempat tinggal, pekerjaan, perjuangan dan lainnya.

Kesemua ini pada akhirnya
dipergunakan oleh orang Minahasa walaupun dia berada di luar daerah. Fam tersebut khususnya mengikuti garis keturunan orang tua laki-laki. Sebagai contoh, karena pekerjaannya selalu menebang pohon, disebut Pele. Sesuai tempat tinggal, dimana daerahnya selalu terjadi kebakaran karena adanya kilat dipanggil Pongilatan. Kalau dia tinggal pada suatu bukit atau gunung ia disebut Wuntu. Kalau dia mau naik bukit atau gunung disebut Mawuntu. Suatu tempat yang bersifat serong atau miring dikatakan Kawilaran. Kalau menerka disebut Tumeleap. Tempat dimana sering dicungkil tanahnya dengan sebuah tongkat disebut Tu'ila dan pemiliknya dinamai demikian. Sedangkan pekerjaannya sering memotong dengan sebuah parang disebut Sumanti. Di dalam bahasa Tombulu kata ini mengandung arti lain, yaitu batu pujaan. Dalam bahasa Tondano disebut Panimbe. Ranting-ranting kering yang disebut Rankang dipergunakan untuk merintangi tempat jalan.

Oleh : - W.J Pangemanan - V.O Luntungan

Sumber : http://www.forums.apakabar.ws

Selasa, 15 September 2009

Menyerah akan tantangan??? Don't be a loser!!!


Tadi pagi baru baca email yang berisi renungan...lumayan inspiring! Isinya kurang lebih mengatakan : Bahwa kadang-kadang orang menyerah terhadap kehidupan bukan karena terlalu berat, namun karena terlalu mudah, bukan karena terlalu sulit, namun karena tidak ada tantangan sesungguhnya yang dapat diperjuangkan.

Menyerah karena tidak ada kesulitan, hmmm....di benak saya hal ini cukup menyentil diri, karena memang saya mengalaminya, tantangan sajalah yang membuat hidup kita ini lebih hidup, yang membuat kita menjadi bergairah nutuk mengalahkannya. Dan setelah kita melewati tantangan itu, secara otomatis kita menjadi naik kelas/jenjang setingkat lebih diatas.

Di beberapa industri tertentu, hal mencari tantangan menjadi alasan untuk meninggalkan pekerjaan lama dan menjadi alasan pula untuk melamar pekerjaan yang baru. Sehingga fenomena 'membajak' karyawan yang potensial pun terjadi dengan suburnya karena salah satunya menawarkan tantangan yang lebih baru dan lebih kompleks (meski saya pun tahu selain menawarkan tantangan yg baru, juga menawarkan gaji yang baru...hehehehe)

Jadi kalau saat ini menemui tantangan dalam hidup gimana dong??? Ada dua pilihan sih :
1. Meratapi nasib dan mengasihani dir, yang mana hal ini tidak akan membantu menyelesaikan tantangan namun hanya membuat diri Anda terpuruk dan mebuat diri Anda sepenuhnya pecundang!!!
2. Bergairah, merasakan adrenalin berdesir dan sembari berusaha keras untuk melewati tantangan itu. Dengan gairah yang berlipat secara otomatis motivasi Anda menjadi bertambah yang pada gilirannya effort Anda untuk melibas tantangan itu pun akan semakin gencar.

Pilihan pada Anda, namun jika hal itu terjadi pada saya, jawaban saya adalah : Tantangan? Yuppiiieee!!! Bisa naik kelas lagi nih!!!

Kamis, 20 Agustus 2009

Just blank!!!



Wah hari-hari ini job saya makin banyak selain tugas dalam hal MarComm, masalah business development juga dilimpahkan! Fiuuhhhh....but im still happy!

Banyak area kerja yang sebelumnya tidak saya ketahui, namun akhirnya cepat dan pasti dapat saya jelajahi. Thanks GOD for this enlighment!


Btw sesuai judul nya : "Just Blank!". Karena sedang blank, saya menulis hal-hal yang ingin saya tuliskan dan bagikan kepada teman-teman semuanya. Toh masih relevan dengan tema blog ini tentang ngobrol, disini kita sedang mengobrol kan.


Oh iya, ada satu wacana menarik yang mau saya lempar : Online marcomm hanya menghasilkan awareness yang tinggi, namun apakah bisa mengarahkan target audience untuk membeli? Saya sih belum menemukan kampanye iklan yang seperti itu.

Kenapa demikian? Mungkin karena dunia online lebih luas dibandingkan offline? Well, just my opinion! Do u have another opinion? Just share with me....

Rabu, 05 Agustus 2009

Wow!!! Inovasi baru!!!



Inovasi baru dalam dunia per-martabak-an Indonesia! Martabak Amar 21 menyediakan ukuran baru! Yg pertama menu mini (sesuai bila disantap 2 s/d 3 orang), yang kedua menu unyil (hanya untuk disantap sendiri saja), dibilang inovasi karena merupakan hal yang terbilang baru. Dan tentunya Anda bertanya-tanya, "Ngapain si Erick repot-repot memberitahukan hal itu???" Hal ini saya publikasikan via internet karena kecintaan saya akan rasa dan kualitas Martabak Amar 21 ini.

Jadi dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa kualitas produk yang baik akan menghasilkan persepsi yang baik di benak konsumen, dan umpan balik dari konsumen yang puas bisa bermacam-macam, contohnya seperti saya ini. Sehingga elemen komunikasi pemasaran tidak terbatas hanya di PR, Periklanan, dan Event saja. Namun juga mencakup kualitas merek.


Dan dengan internet, semua orang dapat memproduksi pesan-pesan pemasaran bagi suatu merek dalam tempo yang singkat dan menjangkau semua ujung dunia melalui internet.


Intinya, MarComm mencakup kualitas produk juga, dan manfaatkan medium internet semaksimal mungkin untuk mengkomunikasikan pesan-pesan yang tidak bisa dikomunikasikan melalui kualitas merek!

Jumat, 31 Juli 2009

Email dari TUHAN (salah satu obrolan religius namun tetap ringan dan renyah)


Em@il Dari TUHAN

Anak-Ku ,
Kamu boleh menganggap bahwa kamu adalah orang yang kurang beriman, namun kamu memiliki iman yang lebih dari perkiraanmu. Kamu menggunakannya setiap hari dalam perbuatan-perbuatan kecil. Sebagai contoh, apakah kamu menguji kekuatan sebuah kursi untuk mengetahui kekuatannya sebelum kamu duduk? Tidak, kamu memiliki iman bahwa kursi itu akan menahan berat tubuhmu. Apakah kamu menguji makananmu di laboratorium sebelum kamu memakannya untuk memastikannya tidak beracun? Tidak kamu mempunyai iman bahwa makanan itu aman, sehingga kamu memakannya.

Jikalau kamu membutuhkan bukti nyata dan ilmiah
terhadap segala sesuatu sebelum kamu melakukan sesuatu terhadapnya, kamu akan berubah menjadi seorang paranoid (=sakit jiwa yang ditandai dengan kecurigaan) yang tidak dapat membuat suatu keputusan.

Tetapi kamu tidak demikian kamu hidup dengan iman dalam banyak hal. Bagaimana kalau kamu
menaruh sedikit iman terhadap-Ku yang bisa melakukan suatu hal yang baik!

Yang Tak Terlihat,
TUHAN

Sumber :
http://www.terangdunia.com

Kamis, 30 Juli 2009

Adakah orang yang Akan Mendoakan Kita?


Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, 'Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup.
Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia! 'Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . ' kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, 'Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit'. Dengan lembut si Malaikat berkata, 'Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu'.

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar
berupa TV untuk menunjukkan siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka'. Kata Malaikat, 'Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu' Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, ' Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.' Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya. Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang ! Dengan setengah bergumam dia bertanya,'Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?' Jawab si Malaikat, 'Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah'. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,'Anakku, Tuhan
melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00'. Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu. Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. 'Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. ' 'Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. '

*
Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain, dan doa merupakan suatu bentuk komunikasi yg tertinggi kastanya, karena pada saat doa kita sedang ngobrol dengan TUHAN, Penguasa Alam Semesta!*

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.



Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain

Sumber : Chenk Q (milis Terang Dunia)

Senin, 13 Juli 2009

Penampilan dan komunikasi



Apakah ada hubungannya antara penampilan dan komunikasi? Tentu saja ada! Banyak orang bilang penampilan menunjukkan siapa diri Anda, tentu benar. Namun akan menjadi bumerang jika tidak diimbangi dengan kualitas yang sebenarnya. Harapan yang sudah membumbung tinggi akan terjun bebas karena ternyata tidak sesuai dengan kulit luar yang ditampilkan.

Seringkali sebuah merk (apapun itu, termasuk diri Anda sendiri!) gagal memenuhi pengharapan target audience-nya, sehingga secara pasti market size nya menyusut. Apa yang perlu dilakukan jika sudah seperti ini?
1. Recovery melalui upaya PR
2. Re positioning melalui upaya PR n Periklanan
3. QC produk/program, pastikan sesuai dengan kulit luar yang ditampilkan
4. Menimbulkan efek WOW yang positif

Meski sebuah perusahaan tidak mengalami kasus yang cukup menyedihkan diatas, namun dari poin 2 s/d 4 diatas sebenarnya dapat dijadikan pedoman dasar. Tinggal bagaimana kreativitas bermain untuk melakukan variasi2. Contoh di SmartWAX baru-baru ini banyak konsumen SmartWAX yang terkejut karena dengan menjadi member dapat menikmati diskon 30% minuman di klub malam yang berkelas. Hal itu terus bergulir, karena memang belum ada produk sejenis yang melakukan hal gila seperti itu.

Ini serupa dengan upaya manajemen tuk melakukan repositioning bahwa SmartWAX tidak hanya sekedar obat poles namun juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Can u imagine??? Car care product is also life style product??? Well everything's possible in SmartWAX.

Rabu, 01 Juli 2009

Ngobrol soal hidup yukzzzz!!!




Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.

Hidup adalah keindahan, kagumi itu.

Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.

Hidup adalah tantangan, hadapi itu.

Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.

Hidup adalah pertandingan, jalani itu.

Hidup adalah mahal, jaga itu.

Hidup adalah kekayaan, simpan itu.

Hidup adalah kasih, nikmati itu.

Hidup adalah janji, genapi itu.

Hidup adalah kesusahan, atasi itu.

Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu.

Hidup adalah perjuangan, terima itu.

Hidup adalah tragedi, hadapi itu.

Hidup adalah petualangan, lewati itu.

Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu.

Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu.

Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu.

Oleh: Beby Dyah W.S.M.


Hidup adalah hidup, hidup bukanlah sekedar rentetan harapan dan impian. Maksudnya adalah seringkali kenyataan hidup yang kita hadapi jauh berbeda dari harapan dan impian kita. Yup....inilah realitas. Jika hal ini terjadi dalam hidup kita, hendaknya kita tidak menjadi kecewa, karena KECEWA adalah bahasa orang yang tidak menerima kebijaksanaan TUHAN.

Setiap kita memiliki masalah, namun coba kita telaah kembali masalah yang telah kita lalui. Apa hasilnya bagi kita setelah melewatinya? Saya pribadi merasakan lebih didewasakan setelah melalui masalah. Setelah sadar bahwa kenyataan yang terjadi tak selalu sesuai dengan rencana saya. Jadi setelah mengetahui hal ini, beranikah kita berkata : I luv my problem!!!

Selasa, 30 Juni 2009

Cinta Kupu-kupu



Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang laki-laki dan perempuan yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja. Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia.

Mereka saling mengasihi satu sama lain Namun pada suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang perempuan menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-memanggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun.

Malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan Agar kekasihnya selamat. Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari.

Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si perempuan telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan perempuan yang setia dan teguh itu, lalu Ia memutuskan memberikan kepada perempuan itu sebuah pengecualian kepada dirinya. Tuhan bertanya kepadanya "Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?". Si perempuan tanpa ragu sedikitpun menjawab "Ya".

Tuhan berkata "Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?". Si perempuan terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab "saya bersedia!".

Hari telah terang. Si perempuan telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon Diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorg dokter. Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu.

Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia. Ia mencari keberadaan sang perempuan pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang perempuan telah pergi kemana.

Sang lelaki sepanjang hari tidak makan dan istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kepadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang perempuan Yang telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya? Hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam. Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang dan hinggap di atas bahu sang lelaki.

Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yang kecil lembut mencium keningnya. Namun tubuhnya yang kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri dan mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan.

Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama di tinggalkannya. Namun di samping bayangan yang tak asing lagi ternyata telah berdiri seorang perempuan cantik. Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa.Ia benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang. Orang-orang selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter perempuan itu. Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala .

Sang kupu-kupu sangat sedih. Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa perempuan itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yang pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorang perempuan lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa.

Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan perempuan itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu. Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini.

Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si perempuan, mencium lembut wajah perempuannya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.

Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu melaksanakan pernikahan dengan perempuan itu.

Dalam kapel kecil telah dipenuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Tuhan. Ia mendengarkan sang kekasih yang berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan dengan mengatakan "saya bersedia menikah dengannya!". Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan perempuan itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu.

Dengan pedih hati Tuhan menarik napas "Apakah kamu menyesal?". Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya "Tidak". Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan "Besok kamu sudah dapat kembali menjadi dirimu sendiri". Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya "Biarkanlah aku menjadi kupu-kupu seumur hidup".

Ada beberapa kehilangan merupakan takdir. Ada beberapa pertemuan adalah yang tidak akan berakhir selamanya. Mencintai seseorang tidak mesti harus memiliki, namun memiliki seseorang maka harus baik-baik mencintainya. Sumber : dari milis


Nah kenapa cerita diatas diposting dalam blog yang berisi seputar hal ngobrol???

Cerita diatas berisi tentang cara obrolan antar sepasang manusia yang menjalin hubungan kasih, dan tentang pengorbanan seorang wanita demi kebahagiaan pasangannya, pengorbanan adalah satu bentuk obrolan yang tinggi tingkatannya.


Lalu alasan lainnya, dari cerita diatas ada pencitraan yang ingin ditampilkan, bahwa Erick adalah pribadi yang romantis, dan melankolis. Apakah benar? You never know untill you try it! Maksudnya, yah coba aja temenan sama Erick di FB, Twitter, or Plurk nya!


Terlepas dari kebenaran pencitraan tersebut dan semua hal lainnya, cerita ini memang bagus. Sad ending!!! Hikzz....hikzz....hikzzz...

Kamis, 25 Juni 2009

SmartWAX n Night CLub??? Emang bisa obat poles mobil menyatu dengan tempat dugem???



Yup....judul diatas adalah perihal yang mau saya bahas....Disini saya gak mau menonjolkan smartWAX nya...wong ini blog saya kok, meski memang sampai tulisan ini ada status saya adalah sebagai salah satu pencari makan di SmartWAX Indonesia ini. Namun yang ingin ditampilkan adalah bagaimana sebuah merek (
car care) seharusnya berkomunikasi di segala area, bahkan di sebuah Night Club! Dan bagaimana pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan existing users melalui added value sebuah produk. Jadi MarComm memang luas banget wilayahnya, tidak melulu berkutat di wilayah PR, n Advertising (saya juga baru2 aja sih menyadarinya!)

SmartWAX adalah merek produk perawatan mobil dari California, USA. Orang kebanyakan sering kali menyebutnya obat poles. Sebelum kerjasama ini berjalan, ide ini pernah dipertanyakan oleh atasan saya, kurang lebihnya seperti ini (versi saya membahasakannya) :

Bozz : Gila loe, masa obat poles lo taro ditempat dugem??? tempat orang mabok??? Nanti yg ada mereka keracunan lagi minum tuh obat poles????

Erick : Gak bozz, jadi konsep kerjasamanya strategic alliance ...setiap pengunjung Bulgary yg udah selesai mengunjungi tuh tempat bisa dapet produk kita....free!! (Night Club nya sih bayar ke kita...hehehe) Nah selesai bayar baru deh mereka dikasih produk kita, n jangan takut produk kita bakalan dipacking yg membuat mereka harus merobek kemasannya dulu baru bisa megang tuh botol...

Bozz : untungnya buat smartWAX apaan?

Erick : Produk kita otomatis terjual di Night Club itu, branding juga, coz Night Club itu ngasih space di LCD monitornya buat iklan2 kita..... lagian mereka mau ngasih diskon 30% buat member smartWAX (yg tentunya memiliki member card seperti di artikel ini) yg minum disana. Tuh anak2 klub mobil (member2 smartWAX kebanyakan hobbies, anak klub mobil) kan kalo abis nongkrong-nongkrong suka nyari tempat dugem tuh, nah dengan kita kerjasama dengan Night Club ini mereka bisa punya tempat tujuan dugem yg biaya minumnya lebih hemat deh...

Bozz : Terus kita ngasih apa dong???

Erick : Kita pertama ngasih customer nya kita (Member2 itu) seperti mereka ngasih customernya ke kita, n kedua kita selipin aja iklan mereka sesekali kalo bikin acara bareng kita. Everybody wins!!!

Bozz : Gitu doang!!! Dealnya gampang gak tuh???

Erick : Iya Bozz.... Nanti saya lobby petinggi2 sana....yg penting kita dateng dengan niat baik n berteman dengan mereka aja sih....gak ada hal2 yg aneh2 gitu....paling ya nemenin minum doang (kebetulan owner n petinggi2 Night Club itu juga doyan Chivas, jadi sealiran sama saya..hehehe)

Bozz : Ya udah jalanin aja...

Erick : Oke Bozz....

N demikianlah kerjasama smartWAX dengan Night CLub itu berjalan sampe sekarang!!!


Selasa, 23 Juni 2009

Lets talk!!!


Yup....tanpa pikir panjang...mari mulai bicara...karena dengan bicara segala hal dapat diketahui, dengan bicara kita dapat melakukan transaksi kata, sekaligus terkandung didalamnya : ide, nilai, dan semua hal yang ada di otak kita.

Namun ada beberapa syarat yg harus dipenuhi tuk semua itu :
1. Berbicara dengan hati yg tulus, tanpa motif2 tertentu.
2. To the point, open ur mask right now!!!
3. Berbicara dengan penuh kedamaian dan sukacita.

Prinsip2 dasar ini yang -menurut Erick- harus dipenuhi sebelum memulai pembicaraan. Tentu saja banyak jenis pembicaraan yg dimaksud. Dari merek ke khalayak sasaran misalnya.

Well..in the end....lets start our conversation!!!h5enx4avbd